PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA DARI ZAMAN PURBA SAMPAI DEWASA INI

ZAMAN PURBA
A. Kehidupan Manusia Masa Berburu dan Meramu
1. Zaman Berburu dan Meramu Tingkat awal
Zaman ini terjadi ketika zaman Paleolithikum atau disebut juga zaman batu tua. Pada zaman ini manusia hidup dengan menggantungkan dirinya penuh pada alam. Mereka belum bertempat tinggal menetap tetapi masih berpindah-pindah (nomaden). Hidup dengan cara berburu binatang dan mengumpulkan makanan. Manusia pada zaman ini belum mengenal kepercayaan dan cara berpikir mereka masih sangat sederhana, buktinya yaitu alat-alat yang dihasilkan pada zaman ini masih sangat sederhana, kasar, dan hanya bersifat praktis. Zaman ini berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang lalu. Manusia yang hidup pada zaman ini antara lain, Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus, dan Homo Erectus.
2. Zaman Berburu dan Meramu Tingkat Lanjut
Zaman ini terjadi ketika zaman Mesolithikum atau disebut juga zaman batu tengah. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap meskipun sementara (semi sedenter). Hidupnya sudah tidak menggantungkan penuh pada alam. Alat yang dihasilkan sudah tidak mutlak bersifat praktis, unsur estetikanya mulai muncul. Zaman ini berlnagsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu. Manusia yang hidup pada masa ini adalah jenis Homo.
B. Kehidupan Manusia Masa Bercocok Tanam
Jenis manusia yang hidup pada masa ini sudah mencapai taraf Homo Sapien penuh artinya jenis manusia yang cerdas atau manusia yang tingkat pemikirannya sudah meningkat jauh dari pada jenis manusia sebelumnya. Awalnya mereka sangat menggantungkan kehidupannya pada alam tetapi lama-kelamaan karena persediaan alam terbatas maka mereka berusaha untuk mengadakan persediaan makanan yang cukup hingga mereka tidak perlu mengembara lagi. Kemampuan mengadakan persediaan makanan ini bisa ditempuh melalui:
1. Menanam tumbuh-tumbuhan tertentu
2. Menyimpan atau mengawetkan makanan
3. Menjinakkan binatang
Manusia pada masa ini menghasilkan kebudayaan Neolithikum, Megalithikum, gerabah, mata panah dan perhiasan. Manusia pada masa ini juga sudah memiliki kepercayaan. Inti kepercayaan pada masa ini adalah penghormatan dan pemujaan terhadap roh, terutama terhadap roh nenek moyang (animisme).
C. Kehidupan Masa Perundagian
Masa perundagian adalah masa di mana masyarakatnya sudah banyak terdapat golongan undaginya. Pada masa ini manusia memiliki kemampuan baru yaitu kemampuan dalam peleburan bijih logam dan pembuatan alat-alat dari logam (perunggu dan besi). Inilah yang merupakan pembeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada masa ini terjalin hubungan dengan daerah-daerah sekitar kepulauan Indonesia yang mendorong meningkatkan kemampuan Indonesia. Masyarakat pada masa ini juga sudah mempunyai norma-norma.
D. Keadaan Manusia Menjelang Zaman Prasejarah
Menjelang masuknya pengaruh budaya India (Hindu-Budha) atau masa perundagian akhir, masyarakat Indonesia sudah memiliki tata kehidupan yang teratur dan berkebudayaan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat bahwa mereka telah:
1. Pandai bercocok tanam
2. Pandai berlayar
3. Memiliki pengetahuan perbintangan (astronomi)
4. Pandai membuat bangunan Megalithik
5. Pandai menenun dan membuat pakaian dari serat kayu
6. Pandai membuat alat-alat dari logam
7. Mengenal kepercayaan animism, dinamisme, dan totemisme
8. Kehidupannya sudah menetap
9. Pandai membuat gerabah
10. Keseniannya sudah berkembang

ZAMAN YUNANI

Zaman Yunani yaitu antara 600 SM-200 SM. Dalam zaman ini proses-proses perkembangan know how tetap mendasari kehidupan sehari-hari, tetapi lebih maju dari zaman-zaman sebelumnya. Dalam bidang pengetahuan, sikap dan pemikiran yang sekedar menerima apa adanya, terjadi perubahan besar, dan perubahan ini dianggap sebagai dasar ilmu pengetahuan modern. Pada zaman ini muncul tokoh-tokoh filsafat antara lain, Thales, Phytagoras, Aristoteles, Archimedes, dll.

ZAMAN MODERN
Pada permulaan abad ke -14, di Negara-negara Eropa mulai terjadi perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak zaman itu sampai sekarang Eropa menjadi pusat kemajuan ilmu pengetahun alam. Perkembangan ilmu pengetahuan menjadi sangat pesat ketika muncul buku yang berjudul Novum Organum yang ditulis oleh Francis Bascon (1560-1626). Buku ini menjelaskan tentang landasan empiris dalam mengembangkan pengetahuan dan penegasan ilmu pengetahuan dengan metodenya.
Jika dilihat dari segi metodologi dan psikologi, seluruh ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada:
1. Pengamatan dan pengalaman manusia terus-menerus
2. Pengumpulan data terus-menerus yang dilakukan secara sistematis
3. Analisis data yang dilakukan dengan berbagai cara
4. Penyusunan teori-teori dan penyusunan ramalan-ramalan sehubungan dengan teori tersebut.
5. Percobaan untuk menguji ramalan tersebut.
Percobaan ini akan menghasilkan beberapa kemungkinan, yaitu benar dan salah. Jika salah, ada kemungkinan untuk mencari kesalahan berfikir, sehingga ada kemungkinan juga untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan modern memiliki suatu sistem yang di dalamnya terkandung pengoreksian diri, yang memungkinkan adanya tahap untuk menuju kebenaran dan kesempurnaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>